Studi Mengatakan Setengah Populasi Dunia Alami Gangguan Mental di Usia 75 Tahun : Okezone techno

Berita165 Dilihat

SEBUAH penelitian dari The Lancet menembukan bahwa setengah populasi dunia mengalami gangguan mental pada usia 75 tahun. 

Penelitian yang dilakukan dengan University of Queensland (UQ) dan Harvard Medical School itu menemukan bahwa depresi dan kecemasan adalah dua gangguan paling umum yang mempengaruhi 150.000 orang dewasa di 29 negara pada medio 2001 hingga 2022.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengungkapkan bahwa ada hampir satu miliar orang yang pernah hidup dengan gangguan mental, dan statistik tersebut semakin memburuk sejak pandemi COVID-19 di mana ada 25 persen peningkatan kasus depresi dan kecemasan selama tahun pertama pandemi pada 2019.

Dari penelitian tersebut para wanita umumnya mengalami tiga gangguan mental yang paling umum termasuk depresi, fobia, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD), sedangkan tiga gangguan paling umum pada pria adalah penyalahgunaan alkohol, depresi, dan semacam fobia spesifik.

Bagi remaja, studi terbaru menyebutkan bahwa usia 15 adalah usia puncak dimulainya gangguan mental. Hal-hal seperti kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan zat menjadi masalah paling banyak di kalangan anak muda.Ironisnya, dari remaja yang mengalami gangguan jiwa setengahnya akan terkena pada usia 19 tahun.


Follow Berita Okezone di Google News


Melihat hal ini profesor John McGrath dari University of Queensland menyarankan pentingnya mengatasi kesehatan mental sejak remaja. Pasalnya tidak ada yang mengetahui kapan masa-masa kritis kehidupan seseorang. 

“Hal ini memberi perhatian khusus pada kebutuhan untuk memahami mengapa gangguan mental terus berkembang, sehingga layanan kesehatan mental bisa dikhususkan kepada generasi muda,” kata profesor John McGrath dikutip dari Mashable, Kamis (3/8/2023).

Baca Juga  Indeks DXY Melemah, Dolar Turun ke Rp15.785

“Layanan kesehatan harus dapat mendeteksi dan mengobati gangguan mental yang umum dengan segera, dan dioptimalkan agar sesuai dengan pasien di bagian kritis kehidupan mereka.” tutupnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *