Skor Tata Kelola Emiten RI Rendah, Asosiasi Mau Lakukan Ini

Berita104 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Raihan Asean Corporate Governance Score Card (ACGS) perusahaan efek di Indonesia dinilai masih lebih rendah dari negara ASEAN lainnya. Hal ini menjadi sorotan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).

Sekretaris Umum AEI Welly Salam mengatakan, pihaknya mendapat mandat dari Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi untuk meningkatkan kesadaran bagi emiten untuk meningkatkan skor ACGS-nya.

“Saat pertemuan dengan Pak Inarno kemarin, ia menyebutkan bahwa skor emiten Indonesia di mata Asean masih kalah dibanding negara Asean lainnya di angka ACGS. Beliau meminta agar lebih banyak emiten yang mengetahui soal ACGS,” ujar Welly dalam sambutannya di CSA Award, di Jakarta, Kamis, (23/11/2023).

Untuk meningkatan skor tersebut, AEI bersama OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan konsultannya akan segera menyelenggarakan sosialisasi terkit ACGS Criteria kepada para emiten. Hal ini agar para perusahaan terbuka dapat segra melengkap persyaratan yang diminta Asean.

Sebagai informasi, ACGS merupakan bagian dari insiatif ASEAN Capital Market Forum (ACMF) untuk meningkatkan standar dan praktik tata kelola, terutama perusahaan publik di ASEAN.

Pihaknya juga menggandeng Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dalam menyelenggarakan edukasi terkait peningkatan kinerja emiten. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) keduanya di acara tersebut, kemarin.

Di sisi lain, AAEI juga terus mendorong pengembangan tata kelola emiten melalui penilai CSA Award. Nominasi didasarkan pada lima kriteria umum, yaitu aspek profitabilitas di masa mendatang, aspek keterbukaan terhadap pemegang saham, aspek good corporate governance (GCG), aspek likuiditas saham, aspek manajemen risiko dan aspek enviroenment, social, governance.

Baca Juga  Gurita Bisnis Salim, Kuasai Ritel Hingga Tambang Emas RI

“Jadi apresiasi kita berikan tidak semata kepada emiten yang bluechips dan sektor sektor yang mendominasi pasar modal, tapi yang bertumbuh dan berinovasi pun kita berikan,” ujar Pengamat Pasar Modal Roy Sembel, selaku Ketua Tim Juri dalam pagelaran tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


OJK Terbitkan Aturan Tata Kelola Bank Umum

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *