Pemilu Usai, Investasi Ini Bisa Jadi Pilihan Tepat

Berita41 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama Finex, Agung Wisnuaji mengatakan bahwa kondisi pasar komoditas saat ini masih belum stabil, meski pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 telah berakhir. Hal ini dipengaruhi oleh masih cukup tingginya beberapa sentiment negatif yang datang dari luar.

“Kalau bisa dilihat kondisi yang ada masih tidak stabil dan politik masih gonjang-ganjing, serta market masih tidak jelas,” ungkap Agung dalam Market Outlook 2024, dikutip Jumat (16/2/2024).

Dampaknya lanjut Agung, para trader kini jadi lebih tertarik trading di kontrak emas. Hal ini disebabkan adanya penguatan dibalik turbulensi pergerakan harga. Selain emas, Agung juga menyebut, investor juga bisa melirik produk minyak dunia, yang kondisinya beberapa waktu ke belakang memang terpengaruh oleh perang, baik Rusia-Ukraina, maupun di Timur Tengah.

“Dari sisi saham, bisa melihat saham perusahaan energi dan untuk mata uang, bisa dilihat mata uang Australia karena dia produsen terbesar emas dunia,” rinci Agung.

Agung menyebut mata uang Australia juga bisa jadi pilihan karena ekonomi dan mata uang mereka menguat. Selain itu, dengan letak geografis yang strategis, Australia juga relatif aman dibandingkan negara lain.

Sebelumnya, Agung mengungkapkan bahwa perkembangan investor untuk forex dan komoditas mengalami penurunan 10% dari 50.906 investor di Oktober 2022 menjadi 45.687 investor di 2023.

Melihat hal itu pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga integritas demi mendorong industri forex dan komoditas tetap terjaga dengan lebih baik. Salah satunya dengan menyimpan 70% dana nasabah di lembaga kliring.

“Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dana nasabah,” kata Agung.

Agung menyebut saat ini pihaknya sendiri telah dinobatkannya sebagai salah satu perusahaan pialang terbaik di 2023 dengan meraih apresiasi dari Bappebti dengan peringkat A++.

Baca Juga  Cara Paling Mudah Hilangkan Iklan di HP Android

“Kami perusahaan pialang berjangka resmi yang diawasi Bappebti dan member Bursa Berjangka Jakarta serta menjadi member lembaga kliring. Perlu dibanggakan pada 2023 kemarin kami baru saja mendapatkan apresiasi dari Bappebti di peringkat A++ sebagai pialang terbaik di 2023,” tambah Agung.

Sebagai perusahaan pialang Finex manawarkan beberapa instrumen yang bisa dipilih sebanyak 78 instrumen, yang terdiri dari 27 forex atau mata uang, logam dan energi serta emas perak dan minyak di indeks Asia, Amerika dan Eropa. Sedangkan sisanya sebanyak 41 merupakan saham tunggal AS.

Finex kini memiliki nasabah sebanyak 3.800 dengan jumlah transaksi mencapai 198.000 lot dan volume mencapai 16.500 lot.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pasar Modal RI Masih Cerah, OJK Ungkap Pemicunya

(dpu/dpu)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *