Pelaku Pasar Takut ETF Bitcoin Spot Bikin Kripto Mix, Apa Itu?

Berita65 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto mayoritas berada di teritori positif meskipun beberapa koin mengalami pelemahan dalam 24 jam terakhir setelah dana yang diperdagangkan di bursa bitcoin berbasis spot (ETF bitcoin spot) disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Merujuk dari CoinMarketCap pada Jumat (12/1/2024) pukul 7.56 WIB, pasar kripto didominasi di zona positif. Bitcoin turun tipis 0,6% ke US$46.369,61 meskipun secara mingguan mengalami apresiasi 4,83%.

Ethereum berada di zona positif 0,17% dalam 24 jam terakhir dan dalam sepekan terbang 14,73%.

Solana mengalami depresiasi 0,39% secara harian dan secara mingguan melemah 4,15%.

Sementara Cardano naik 2,04% dalam 24 jam terakhir dan secara mingguan berada di zona hijau 2,36%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital naik 0,22% ke angka 1.957,9. Open interest terapresiasi 2,88% di angka US$41,15 miliar.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 74 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase greed/optimis dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

SEC telah secara resmi menyetujui ETF bitcoin spot untuk dapat diperdagangkan. Penantian panjang sejak 2023 akhirnya ditutup dengan euforia sejumlah pihak.

Persetujuan yang diperoleh dengan susah payah ini sebagian besar dipandang sebagai langkah maju bagi industri yang berharap dapat membangun kembali reputasinya setelah keruntuhan pasar spektakuler pada tahun 2022 yang dipicu oleh Sam Bankman-Fried dan perusahaan lainnya.

11 ETF bitcoin spot telah disetujui dan pada perdagangan perdananya tercatat cukup menunjukkan antusias yang baik tercermin dari jumlah volume yang cukup besar meskipun hasil perdagangan pertama ini tidak dapat menjadi acuan untuk beberapa waktu ke depan.

Baca Juga  5 Destinasi Wisata Keren di Kutai Kartanegara, Daerah Berjuluk Kota Raja : Okezone Travel

Kendati hasil yang cukup positif, namun ketakutan pelaku pasar muncul khususnya terhadap ‘musuh kripto’ yakni keuangan tradisional (TradFi), bank besar, dan wall street.

Dilansir dari coindesk.com, hal-hal tersebut dikhawatirkan mengancam akan mengingkari janji awalnya untuk mendesentralisasikan layanan keuangan.

Yang lain berpendapat bahwa bitcoin (BTC), mata uang kripto, ditujukan untuk massa, dan bahwa beberapa bentuk penyelarasan dengan TradFi tidak dapat dihindari.

Selain itu, pernyataan analis di lembaga pemeringkat kredit Moody’s Investor Services pun memberikan sedikit tekanan bagi industri kripto.

Analis tersebut menyebutkan meskipun ETF bitcoin spot akan memberi investor Amerika Serikat (AS) akses yang lebih baik dan lebih teregulasi ke aset kripto, namun kemungkinan besar dana tersebut tidak akan berdampak besar pada lanskap investasi yang lebih luas.

Sebagai informasi, ETF bitcoin spot memungkinkan investor untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga mata uang kripto yang fluktuatif tanpa perlu mempelajari konsep-konsep yang terdengar aneh seperti hak asuh mandiri, blockchain, dan kunci pribadi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Menunggu Keputusan Final Grayscale, Kripto Terkapar Berjamaah

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *