Merana, Market Cap BREN, TPIA, BRPT Prajogo Lenyap Rp 298,17 T

Berita77 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Empat emiten Prajogo Pangestu terpantau beragam pada perdagangan sesi I Kamis (11/1/2023), di mana sudah beberapa hari saham Prajogo menjadi perhatian pasar.

Berikut pergerakan empat emiten Prajogo dalam pada sesi I hari ini per pukul 09:48 WIB.








Emiten Kode Saham Harga Saham Terakhir Perubahan Hari ini
Petrosea PTRO 4.970 1,84%
Chandra Asri Petrochemical TPIA 4.010 0,25%
Barito Pacific BRPT 1.105 -0,90%
Barito Renewables Energy BREN 5.550 -2,20%

Sumber: RTI

Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berhasil menguat, tetapi untuk saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali terkoreksi.

Dari kapitalisasi pasarnya, saham-saham inti Prajogo menyusut cukup besar dalam beberapa hari terakhir. Sejak perdagangan Senin lalu hingga hari ini, kapitalisasi pasar BREN sudah menyusut Rp 167,24 triliun, dari semula sebesar Rp 903,06 triliun, kini menjadi Rp 735,82 triliun.

Tak hanya BREN saja, kapitalisasi pasar TPIA juga menyusut hingga Rp 110,3 triliun sejak Senin lalu, dari sebelumnya sebesar Rp 456,35 triliun, kini menjadi Rp 346,05 triliun.

Sedangkan untuk penyusutan kapitalisasi pasar BRPT dari Senin lalu mencapai Rp 20,63 triliun, dari semula sebesar Rp 123,75 triliun, kini menjadi Rp 103,12 triliun.







Kode Saham Market Cap 8 Januari 2024 (Rp triliun) Market Cap Hari Ini (Rp triliun) Perubahan (Rp triliun)
BREN 903,06 735,82 -167,24
TPIA 456,35 346,05 -110,30
BRPT 123,75 103,12 -20,63

Pergerakan empat saham Prajogo menjadi perhatian pasar, setelah pada perdagangan Selasa lalu ketiga saham Prajogo menjadi pemberat terbesar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Adapun nasib PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) hingga saat ini masih merana, di mana suspensi saham CUAN belum kunjung dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI pun menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap saham CUAN setelah sahamnya beberapa kali terkena suspensi akibat aktivitas perdagangan yang tidak normal.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang menjelaskan, langkah ini dilakukan setelah CUAN disuspensi. Diketahui, CUAN telah disuspensi selama kelima kali dalam lima bulan terakhir. Saham tersebut nyaris selalu masuk dalam radar pengawasan BEI.

“Kami bukan investigasi ya artinya kami melakukan pemeriksaan karena secara prosedur itu ada dua itu dia dua kali suspensi,” jelas Kristian saat ditemui wartawan pada Jumat, (29/12/2023).

Soal kemungkinan pembukaan suspensi, Kristian mengaku belum bisa menyampaikan kapan pembukaannya. Pasalnya, lamanya suspensi akan tergantung hasil pemeriksaan nanti.

Sebelumnya secara rinci saham CUAN telah disuspensi masing-masing dalam pengumuman BEI tangga 14 Agustus, 16 Agustus, 6 November, 9 November dan teranyar kali ini 19 Desember 2023.

Kinerja saham-saham Prajogo pada awal 2024 ini cenderung berkebalikan dengan kinerja menjelang akhir 2023, di mana saham BREN dan CUAN berhasil menjadi saham Prajogo yang kenaikannya cukup tinggi sejak IPO.

Bahkan berkat saham BREN dan CUAN, saham Prajogo lainnya yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), TPIA, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) ikut terdongkrak menjelang akhir 2023.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Prajogo Pangestu Borong 10,5 Juta Saham Barito Pacific

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Bos Total Bangun Persada Borong Saham TOTL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *