Kisah Endang Witarsa, Pelatih Sukses Indonesia pada Masanya : Okezone Bola

Berita178 Dilihat

KISAH Endang Witarsa sangat menarik untuk dikulik, khususnya oleh generasi hari ini. Perjalanan hidupnya dipenuhi begitu banyak cerita inspiratif untuk diteladani, khususnya bagi insan sepakbola Tanah Air. Nama Endang Witarsa pun wajib disebut dalam kisah sukses Persija Jakarta dan Timnas Indonesia.

Diketahui dari berbagai sumber, Rabu (16/8/2023), Drg Endang Witarsa alias Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe lahir di Kebumen pada 16 Oktober 1916. Sejatinya, dia sudah memiliki predikat sebagai dokter gigi, namun justru memutuskan untuk berkarier di dunia sepakbola.



Kecintaan Endang terhadap sepakbola memang sudah muncul sedari kecil. Dia rela bersepeda demi menyaksikan pertandingan sepakbola. Bersama kawan-kawannya, dia menjelajahi Purwokerto, Purworejo, Gombong, Yogyakarta, dan Kutoarjo.

Bahkan, sesekali Endang juga pernah bersepeda dari Kebumen hingga ke Semarang, demi menyaksikan pertandingan klub Union Semarang yang menghadapi sebuah klub dari China. Dalam perjalanannya, dia sempat menginap beramai-ramai di satu kamar hotel dan membayar secara patungan.

Kemampuan Endang bermain sepakbola sudah terlihat sejak dia berumur 6 tahun. Meskipun andal bermain bola, Endang tak pernah melupakan soal urusan pendidikan.

Endang memegang komitmen sejak jenjang sekolah hingga berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Stovit Surabaya yang sekarang menjadi Universitas Airlangga. Pada 1941, Endang sukses mendapat gelar dokternya.

Kisah Endang berlanjut dengan merintis karier sebagai pemain bola di klub UMS atau Union Makes Strength di Jakarta yang saat itu masih bernama Tiong Hoa Hwee Koan Scholar Football Club. Karena memiliki gelar dokter gigi, dia pun dipanggil rekan-rekan serta anak didiknya dengan sapaan “Dokter”.

Klub UMS sendiri merupakan klub yang berdiri sejak 1905. Klub ini menjadi salah satu klub tertua serta disegani di Jakarta.

Baca Juga  Kinerja Gadai Efek Pegadaian Tembus Rp100 M di Tahun 2023


Follow Berita Okezone di Google News


Pada 2 Maret 1956, ketika pelatih UMS, Karel Fatter, kembali ke negara asalnya Hungaria, Endang pun menggantikan posisinya. Berkat kerja keras Endang akhirnya UMS berhasil menjuarai kompetisi Persija musim 1955-1956 tanpa menelan kekalahan.

Kemudian pada 1958, Endang dan istrinya dibiayai oleh TD Pardede yang merupakan pengusaha tersohor asal Medan. Dia memperdalam ilmu kedokteran gigi ke Seattle, Amerika Serikat.

Kembali ke Indonesia, Endang kembali melatih UMS hingga sukses menjuarai lagi liga internal Persija musim 1959-1960. Berikutnya, dia juga berhasil membawa Persija menjuarai kompetisi perserikatan musim 1963-1964 yang sangat fenomenal.

Endang lalu ditunjuk melatih Timnas Indonesia. Pada 1966, Timnas Indonesia mengikuti Piala Aga Khan, di Pakistan. Sebagai pelatih, dia pertama kali menerapkan pola 4-2-4 dan berhasil membawa Timnas Indonesia menjuarai turnamen tersebut.

Deretan prestasi berhasil diukirnya bersama tim nasional Indonesia adalah meraih Juara Piala Raja di Thailand (1968), Juara Merdeka Games di Malaysia (1969), Juara Pesta Sukan di Singapura, Juara Anniversary Cup (1972), Juara Agha Khan Cup di Pakistan, hingga mengalahkan Timnas Uruguay 2-1 dalam pertandingan persahabatan di Jakarta pada 1974.

Endang Witarsa meninggal di Jakarta, pada 2 April 2008, setelah dirawat saat usia 92 tahun. Dia meninggalkan 4 anak, 12 cucu, dan 9 cicit. Sebagian besar dari usianya, dihabiskan untuk sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *