Jakarta Terapkan Sistem 4 In 1 Usai Jadi Kota Paling Tercemar di Dunia : Okezone Economy

Berita158 Dilihat

JAKARTA – Polusi udara di Jakarta semakin buruk. Dengan hal ini, pemerintah memilih sistem 4 in 1 sebagai cara untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.

Untuk meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek ini, maka mobil yang boleh melintas di Jakarta, utamanya harus berisi empat orang.

Menyikapi rencana penerapan 4 in 1, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai tidak efektif cara tersebut digunakan untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di Ibu Kota Jakarta.

“Saya kira 3 in 1, 4 in 1, maupun Ganjil-Genap itu sudah gak efektif lagi,” ujarnya saat dihubungi Okezone.

Dengan dibuatnya sistem-sistem tersebut tidak membantu dalam menyelesaikan permasalahan udara dan lingkungan yang terjadi. Dibuktikan dengan masih adanya kemacetan yang menunjukan tingkat pengguna mobil dan motor sendiri yang masih cenderung tinggi juga.

“Kalau mau ekstremnya ya ERP aja digelorakan lagi, gitu loh itu akan lebih mengena. Terserah DPR nya setuju atau tidak, tetapi itu yang saat ini dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga: 7 Keunggulan Mobil Innova Reborn, Wajib Tahu Sebelum Beli!


Follow Berita Okezone di Google News


“Kebijakan yang dimunculkan sepertinya berjalan sendiri-sendiri dan nantinya juga tidak berlangsung lama. Tidak berani mengungkap kebijakan ERP (electronic road pricing) di Kota Jakarta dapat menjadi kebijakan penting dan utama”. Jelasnya dalam keterangan tertulis.

Sebagai informasi, Electronic Road Pricing (ERP) merupakan penerapan jalan berbayar berbasis sistem elektronik. ERP sendiri memiliki tujuan bertujuan untuk mengurangi permintaan penggunaan jalan sampai kepada suatu titik dimana permintaan penggunaan jalan tidak lagi melampaui kapasitas jalan.

Baca Juga: Sistem 4 In 1 Bakal Diterapkan demi Tekan Polusi Udara, Mobil di Jakarta Berkurang?

Baca Juga  Tak Semua Perusahaan BUMN Pindah Ke IKN

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *