IHSG Tembus 7.000! BBRI, GOTO, & BREN Jadi Penopang Utama

Berita95 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan melesat pada perdagangan sesi I Kamis (23/11/2023), jelang pengumuman keputusan suku bunga acuan terbaru Bank Indonesia (BI).

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG melonjak 1,37% ke posisi 7.001,88. IHSG akhirnya berhasil menyentuh kembali level psikologis 7.000 pada hari ini, di mana IHSG terakhir menyentuh level psikologis ini pada 20 September lalu.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitaran Rp 5,2 triliun dengan melibatkan 15 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 725.358 kali. Sebanyak 296 saham menguat, 225 saham terkoreksi dan 223 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang terbesar IHSG pada sesi I hari ini, yakni hingga mencapai 5,79%. Selain teknologi, sektor infrastruktur juga menjadi penopang terbesar kedua IHSG di sesi I yakni mencapai 5,79%. Adapun sektor keuangan dan transportasi juga menjadi movers IHSG masing-masing 1,98% dan 1,46%.

Di lain sisi, beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG. Berikut saham-saham yang menopang IHSG di sesi I hari ini.










Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Barito Renewables Energy BREN 28,60 6.375 12,83%
GoTo Gojek Tokopedia GOTO 10,52 89 5,95%
DCI Indonesia DCII 9,12 49.225 19,99%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 8,83 5.350 1,42%
Bank Mandiri (Persero) BMRI 6,90 5.950 1,28%
Bank Central Asia BBCA 5,19 8.950 0,85%

Sumber: Refinitiv

Emiten energi baru dan terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali menjadi top movers IHSG di hari ini, setelah beberapa hari menjadi top laggard. Adapun BREN membantu IHSG melesat yakni mencapai 28,6 indeks poin.

Selain itu, duo saham teknologi yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) juga menjadi movers IHSG masing-masing 10,5 indeks poin dan 9,1 indeks poin.

IHSG berhasil melesat setelah selama dua hari sebelumnya sempat terkoreksi. IHSG yang menguat terjadi mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kemarin yang kembali menghijau jelang libur Thanksgiving.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,53%, S&P 500 bertambah 0,41%, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,46%.

Namun, ada kabar kurang menggembirakan di mana data klaim pengangguran AS kembali turun, menandakan bahwa data tenaga kerja kembali panas.

Data klaim pengangguran awal mengalami pelandaian dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 24.000 menjadi 209.000 pada pekan yang berakhir tanggal 18 November, turun tajam dari angka tertinggi dalam tiga bulan pada minggu sebelumnya dan jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 225.000.

Sementara itu, klaim lanjutan turun sebesar 22.000 menjadi 1.840.000 pada minggu sebelumnya, mundur dari angka tertinggi dalam dua tahun pada laporan sebelumnya.

Hasil ini menunjukkan bahwa perlambatan pasar tenaga kerja belum sepenuhnya terwujud, sehingga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mempunyai fleksibilitas untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang cukup tinggi.

Meski begitu, melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) turut menopang Wall Street kemarin.

Yield Treasury tenor 10 tahun melandai ke 4,37% pada perdagangan kemarin, posisi terendahnya sejak 22 September lalu.

Di lain sisi, IHSG menguat menjelang pengumuman keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada siang hari ini. BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya di level 6%.

Namun, konsensus pasar dalam polling CNBC Indonesia cenderung beragam. Dari 13 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus, 10 instansi/lembaga memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 6,00%. Sisanya justru memprediksi BI akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


IHSG Bangkit Lagi, 5 Saham Big Cap Ini Jadi Penggeraknya

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Laba Bersih Boleh Merosot, Dividen Aramco Tetap Jumbo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *