Harga Emas Berjangka Merosot Tertekan Dolar : Okezone Economy

Berita184 Dilihat

 

JAKARTAHarga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas dunia berbalik melemah dari kenaikan akhir pekan lalu, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS naik dan dolar menguat setelah komentar Fed mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Melansir Antara, Selasa (8/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange merosot USD6,10 atau 0,31% menjadi ditutup pada USD1.970,00 per ounce.

Harga emas turun karena imbal hasil obligasi lebih tinggi dan dolar menguat ketika investor fokus pada peluang kenaikan suku bunga lagi dari Federal Reserve.

Indeks dolar AS naik tipis kurang dari 0,1% pada 102,0 terhadap sekeranjang mata uang saingannya pada Senin (7/8/2023), menurut data FactSet. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun juga naik 2 basis poin menjadi 4,07%, setelah lonjakan imbal hasil minggu lalu membantu menarik saham lebih rendah.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang naik dan dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Senin (7/8/2023), didukung secara luas oleh pejabat Federal Reserve yang mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan karena inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja masih ketat.

Dalam pidato yang disiapkan untuk dikirim ke Kansas Bankers Association, Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan pada Sabtu (5/8/2023) bahwa Federal Reserve kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan inflasi.

Baca Juga: Bertabur Hiburan dan Edukasi Keuangan, Pesta Rakyat Simpedes 2023 Siap Menyapa Warga Bandung


Follow Berita Okezone di Google News


Bowman mengatakan dia mendukung kenaikan suku bunga Fed sebesar seperempat poin bulan lalu, dan memperkirakan bahwa “peningkatan suku bunga tambahan kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target Fed sebesar 2,0%.”

Baca Juga  Ekspansi Bisnis Data Center AREA Pasca IPO, Investor Wajib Tau!

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Presiden Federal Reserve New York John C. Williams mengatakan suku bunga cukup tinggi untuk menekan inflasi. “Dari sudut pandang saya, kebijakan moneter berada di tempat yang baik. Kami memiliki kebijakan di tempat yang kami butuhkan.”

Apakah Fed perlu mendorong suku bunga lebih tinggi dan berapa lama perlu mempertahankan sikap membatasi akan bergantung pada data, kata Williams.

Kisaran target suku bunga The Fed sekarang antara 5,25% dan 5,5%, level tertinggi dalam dua dekade.

Investor juga menunggu rilis indeks harga konsumen AS Juli pada Kamis (10/8/2023) dan indeks harga produsen pada Jumat (11/8/2023).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 48,40 sen atau 2,04%, menjadi ditutup pada USD23,232 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober berkurang USD1,60 atau 0,17%, menjadi menetap pada USD926,90 per ounce.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *