Buah Manis Hilirisasi, Ekspor Produk Nikel RI ke China Naik

Berita154 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia- Proyek Hilirisasi mineral RI mulai berbuah manis seiring dengan rilis Badan Pusat Statistik yang mencatat ekspor nikel (HS 75) mencapai USD 3,45 miliar dari Januari hingga Juli 2023. Nilai ini meningkat lima kali lipat dari 2015, dimana ekspor nikel masih USD 806,08 juta.

Sekjen APNI, Meidy Katrin Lengkey menyebutkan dari 2021 hingga 2022 terdapat kenaikan ekspor HRC dan CRC hingga 4,9%, Sementara untuk ekspor nikel matte juga melonjak sebesar 300%. Namun demikian APNI berharap pemerintah menekan masifnya pembangunan smelter mengingat cadangan nickel ore Indonesia semakin menyusut.

Di sisi lain Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Minerba, Arya Rizqi Darsono mengungkapkan dukungan pelaku usaha terhadap hilirisasi yang sudah membuahkan hasil. Namun Seperti APNI, Kadin juga melihat perlunya moratorium pembangunan smelter dengan teknologi fero metalurgi namun memperbanyak smelter hydro metalurgi.

Seperti apa capaian hilirisasi nikle RI? apa saja pandangan pelaku usaha? Selengkapnya saksikan dialog Safrina Nasution dengan Sekjen Asosiasi Pengusaha Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey dan Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Minerba, Arya Rizqi Darsono dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Senin, 18/09/2023)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini


Quoted From Many Source

Baca Juga  Mirip Lo Kheng Hong, Ini Strategi Investasi Saham Ala Bos BCA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *