BBRI Cetak Rekor Lagi di Rp 6.000, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp 900 T

Berita42 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten perbankan berkapitalisasi pasar terbesar kedua di Indonesia yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau melesat dan kembali mencetak rekor tertinggi barunya pada sesi II Senin (12/2/2024).

Per pukul 14:40 WIB, saham BBRI melonjak 2,56% ke posisi harga Rp 6.000/unit. Bahkan, saham BBRI kembali mencetak rekor tertinggi barunya (all time high/ATH). Adapun terakhir BBRI mencetak ATH yakni pada perdagangan 12 Januari lalu di Rp 5.850/unit.

Sejatinya pada sesi I hari ini, BBRI sempat menembus ATH sementaranya di Rp 5.925/unit. Namun pada sesi II, penguatan BBRI semakin kencang dan ATH terkini sementara berada di Rp 6.000/unit.

Saham BBRI sudah ditransaksikan sebanyak 17.189 kali dengan volume sebesar 112,88 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 670,05 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 909,35 triliun. Tinggal sedikit lagi kapitalisasi pasar BBRI menyentuh Rp 1.000 triliun.

Hingga pukul 14:40 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 5.950/unit, menjadi antrean beli paling banyak di sesi II hari ini, yakni mencapai 69.503 lot atau sekitar Rp 41 miliar.

Sementara itu, di order offer atau jual dengan harga Rp 6.000/unit, menjadi antrean jual terbanyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 262.279 lot atau sekitar Rp 157 miliar.

Melesatnya saham BBRI terjadi karena investor masih menganalisis kinerja keuangan sepanjang 2023 yang mencetak rekor.

BBRI kembali memecah rekor dengan mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp 60,2 triliun sepanjang tahun 2023. Perolehan tersebut tumbuh 17,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari perolehan tahun 2022 sebesar Rp 51,40 triliun.

Baca Juga  Data AS dan China Dinanti Pasar, Dolar Menguat ke Rp15.745

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari penyaluran kredit BRI yang tercatat sebesar Rp 1.266,4 triliun, tumbuh 11,2% yoy pada periode Desember 2023. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp 1.068 triliun, atau menyumbang komposisi sebesar 84,4%.

Kualitas kredit pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 3,12% dan NPL net sebesar 0,76% per Desember 2023. BRI juga mencatatkan NPL coverage sebesar 229,09%.

Pada penghimpunan dana, BRI berhasil mencatatkan total dana pihak ketiga sebesar Rp1.358,3 triliun, tumbuh 3,9% yoy. Komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar 64,4%.

Dengan begitu, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BRI sebesar 84,2% per akhir tahun 2023.

Aset BRI pun tercatat meningkat 5,3% menjadi Rp1.965 triliun pada akhir tahun 2023.

Di lain sisi, investor juga menanti kebijakan pembagian dividen perseroan untuk tahun buku 2023.

CNBC Indonesia Research memproyeksikan dividen yang akan dibagikan investor pada tahun ini berdasarkan laba bersih tahun buku 2023 lalu dengan asumsi rata-rata selama tiga tahun Dividend Payout Ratio (DPR) atau alokasi laba yang sudah dikurangi porsi laba ditahan.

Secara nominal, potensi dividen BBRI mencapai Rp 304 per lembar. Sebelumnya, BBRI telah membagikan dividen interim sebanyak Rp 84 per lembar, sehingga jika dikurangi porsi dividen interim, BBRI potensi membagikan dividen sebesar Rp 280 per lembar.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Baca Juga  Cadangan Devisa RI Turun US$1,8 M, Jadi US$133,1 M


Artikel Selanjutnya


Saham BBRI Merangkak Naik, Sejak Senin Melonjak 4% Lebih

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *