Awas, 4 Kejahatan Finansial Ini Sering Terjadi di Bulan Ramadan

Berita39 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan yang serius kepada masyarakat mengenai modus kejahatan digital yang kerap merebak di Bulan Ramadan.

Menyadari bahwa bulan suci ini seringkali menjadi waktu rawan, OJK mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan guna melindungi diri dan aset keuangan mereka.

Mengingat pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, OJK menekankan agar masyarakat tidak pernah memberikan informasi sensitif seperti PIN, OTP, CVV/CVC, dan password keuangan kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan lembaga keuangan resmi.

Selain itu, OJK juga memberikan tips praktis agar masyarakat dapat terhindar dari ancaman kejahatan digital, antara lain menggunakan password dan PIN yang sulit ditebak serta menghindari penggunaan kombinasi yang mudah ditebak seperti inisial, tanggal lahir, atau nomor telepon.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengklik link yang mencurigakan, terutama dari sumber yang tidak dikenal, sebagai langkah pencegahan terhadap tindakan phishing yang kerap terjadi.

Dalam keterangan resminya pada Senin, (18/3/2024), OJK menyebutkan beberapa jenis kejahatan digital yang sering terjadi di bulan Ramadan, di antaranya:

1. Social Engineering

Pelaku memanipulasi psikologis korban untuk memperoleh informasi pribadi dengan tujuan membobol akun keuangan korban. Contoh konkret adalah penipuan melalui telepon dengan menyamar sebagai call center bank, yang seringkali menggunakan taktik intimidasi atau rayuan palsu.

2. Card Tapping

Kejahatan ini melibatkan pemasangan alat di lubang kartu ATM untuk menjebak kartu nasabah sehingga dapat diambil alih oleh pelaku. Meskipun terdengar sederhana, tindakan ini dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi korban.

3. Phishing

Baca Juga  Elon Musk Curhat Suku Bunga Tinggi, Orang Gak Bisa Beli Mobil

Pelaku mencoba memancing korban untuk memberikan informasi pribadi melalui situs palsu atau pesan elektronik yang mengelabui. Contohnya adalah penipuan melalui situs palsu, file .APK palsu yang dikirimkan sebagai undangan atau bukti pengiriman, dan lain sebagainya.

4. Skimming

Kejahatan ini melibatkan pencurian informasi keuangan pada kartu ATM dengan cara menyalin data pada strip magnetik kartu tersebut. Pelaku seringkali menempelkan alat skimmer pada slot kartu ATM agar dapat menduplikasi kartu nasabah dengan mudah.

OJK menegaskan bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, serta mengikuti tips pencegahan yang disarankan, masyarakat dapat terhindar dari ancaman kejahatan digital yang kerap mengintai di tengah suasan bulan Ramadan yang penuh berkah ini.

Selain itu, OJK juga mengajak masyarakat untuk selalu melaporkan segala tindakan mencurigakan atau kejahatan yang mereka alami ke pihak berwenang demi keamanan bersama.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Hati-Hati Berutang! OJK Blokir 173 Pinjol Ilegal

(ayh/ayh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *