Antara Ganjar-Prabowo-Anies, IHSG Berpihak ke Siapa?

Berita133 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara konsisten naik menjadi dambaan para investor saham. Lantas, siapa kira-kira pasangan calon presiden dan wakilnya yang bisa mewujudkan mimpi itu?

Seperti yang kita ketahui, IHSG bergerak sesuai mekanisme pasar. Umumnya, IHSG naik jika investor optimistis tentang prospek ekonomi dan kinerja perusahaan dan akan turun jika terjadi sentimen ketidakpastian.

IHSG dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi, suku bunga, inflasi, dan kebijakan pemerintah. Faktor terakhir, alias kebijakan pemerintah tentunya bergantung pada presiden tahun depan.

Chief Investment Officer Sinar Mas Asset Management Genta Wira Anjalu mengatakan kriteria presiden yang cocok untuk menopang gerak IHSG bisa dilihat dari dua aspek.

Pertama, presiden yang market friendly atau presiden yang kebijakan fiskal dan moneternya mendukung sektor-sektor pilihan para investor.

Kedua, presiden yang mendukung stabilitas politik. Artinya, ada kesesuaian antara proyek yang dikerjakan eksekutif dengan kebijakan yang disusun oleh partai alias legislatif.

“Jadi jika eksekutif bilang A tapi legislatifnya B, itu tidak sejalan, hasilnya kebijakannya jadi tidak terukur,” ujar Genta dalam Market Outlook Sinarmas Sekuritas, Kamis, (2/11/2023).

“Intinya siapa pun presidennya, yang paling penting buat market adalah bagaimana kebijakannya terukur atau tidak, karena market paling tidak suka ketidakpastian,” lanjutnya.

Lebih jauh, Genta mengabarkan bahwa saat ini pasar cenderung berada dalam kondisi ‘fear‘ karena masih dihadapi oleh berbagai ketidakpastian, termasuk kondisi politik Indonesia. Namun, momen ini bisa jadi sinyal baik untuk membeli saham di harga murah.

Ia pun mengingatkan, secara historis, IHSG cenderung menguat 1 tahun menjelang pemilu. Misalnya saja, pada pemilu 2019 lalu,IHSG menguat 2,6%. Sementara di tahun 2014, IHSG juga terkerek 0,9% setahun menjelang pemilu.

Baca Juga  7 Hari Protes Panjat Tower, Agus Woro Akhirnya Minta Dievakuasi Basarnas : Okezone News

Sementara itu, masuk ke bulan pemilu, laju investasi cenderung lebih melambat, sementara konsumsi mencapai puncak pada 2 kuartal sebelum pemilu.

Menilik 4 pemilu ke belakang, laju investasi baru membaik di kuartal 2 setelah pemilu. Rata-rata kenaikannya 5,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan laju konsumsi naik rata-rata 6,1% yoy dua kuartal sebelum pemilu.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Anies, Ganjar atau Prabowo, Ini Dia Capres Pilihan Pasar

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *