Alert Harga Nikel Turun, Begini Reaksi Emitennya

Berita53 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga nikel dunia mengalami kemerosotan mendekati posisi terendah dalam tiga tahun terakhir ini. Jatuhnya harga nikel ini diduga lantaran pasokan dunia dibanjiri nikel asal RI.

Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel di pasar global per Rabu (14/02/2024) tercatat berada di level US$ 16.090 per ton. Secara mingguan, harga nikel masih naik 2,14% dan secara bulanan naik tipis 0,80%. Namun bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, harga nikel masih turun 37,90%.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia Research, pada Senin (22/1/2024) harga nikel dunia kontrak tiga bulan tercatat hanya US$ 16.036 per ton. Posisi ini merupakan yang terendah sejak April 2021.

Harga rata-rata nikel global menurut INSG sebesar US$ 16.600 per ton pada kuartal pertama dengan harga secara bertahap naik rata-rata US$ 16.813 per ton pada 2024.

Lantas, bagaimana reaksi emiten nikel yang tengah mendapat tekanan seiring dengan melemahnya harga nikel belakangan ini?

Merespons hal tersebut, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), menyampaikan pihaknya terus melakukan penerapan manajemen operasional yang efisien.

GM Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tom Malik mengatakan, secara umum perusahaan tambang adalah price taker. Dengan demikian, turun naiknya harga nikel sudah di luar kapasitas perusahaan.

“Turun naik harga nikel atau komoditi global tidak banyak yang bisa kami lakukan,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/2/2024).

Oleh sebab itu, pihaknya optimistis dengan penerapan manajemen operasional yang efisien dan didukung struktur biaya rendah serta wilayah operasional yang terintegrasi, akan bisa menopang kinerja perusahaan dengan baik.

Baca Juga  7 Hari Protes Panjat Tower, Agus Woro Akhirnya Minta Dievakuasi Basarnas : Okezone News

Saat ini MBMA sendiri mengelola Tambang SCM (Sulawesi Cahaya Mineral) dan beberapa operasi smelter serta converter nikel matte.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie mengakui kondisi harga nikel global yang melemah tidak dapat dipungkiri telah berpengaruh pada bisnis perusahaan.

Meski demikian, di tengah adaptasi terhadap pasar nikel global, pada 2023 Antam mencatatkan kenaikan penjualan bijih nikel unaudited selama tahun 2023 sebesar 67% dibandingkan periode tahun 2022.

Antam mencatatkan penjualan unaudited bijih nikel sebesar 11,71 juta wmt di tahun 2023, naik dari 2022 yang sebesar 7,01 juta wmt.

“Oleh karenanya di tahun 2024 Antam akan lebih memfokuskan pasar domestik untuk komoditas bijih nikel sejalan pula dengan hilirisasi nikel yang sedang dilakukan,” kata dia.

Menurut Faisal, di tahun 2024 Antam akan senantiasa berupaya meningkatkan kinerja produksi dan penjualan seluruh komoditas inti perusahaan. Upaya ini dilakukan agar dapat mencatatkan kinerja yang optimal bagi seluruh pemegang saham, stakeholder dan masyarakat.

“Antam akan berfokus pada strategi pengembangan basis pelanggan di dalam negeri terutama pada produk emas, bijih nikel, dan bauksit,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Merdeka Copper Kasih Pinjaman Rp1,5 T ke Anaknya Ini

(wia)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *